Tahu tidak, teman-teman lebih bilang matamu itu sayu?

Tapi bagiku mereka indah

Keringatmu selepas bermain basket akan  selalu tercium harum

Canda dan tawa kita yang remeh terasa begitu penting

Dekatmu seperti menghantarkan puluhan capung  dalam perutku

hangat sentuhanmu di tengkukku seperti berbisik

Seakan seluruh lagu cinta mengiringi kisahku dan sang mentari

Akankah rasa itu selamanya?

Ah, hatiku memilih untuk tak banyak berpikir

Dan kamu tak pernah tahu itu

Di dalam sekotak nasi goreng yang kuhantar siang itu ke rumahmu

Dalam setiap rasa cemburuku

Kutaruh hatiku di sana

Sempurnanya angan terkadang membuatku sakit

Kamu tahu tidak?

Kamu pilih untuk tetap bermain dengan mereka

tatapanmu seolah berkata: aku cuma bermimpi

Dan aku sadar kamu cinta pertamaku

Tak ada penyesalan untuk apapun

Karena aku yang memilih,

karena aku yang  memiliki

akhir Oktober 2009

Advertisements