Kanvasku baru mulai kugambarkan.

Ya, dan aku tahu itu sekarang!

Seperti adik kecil yang baru belajar menggambar,

Aku mau merasakan kebebasan dan kebahagiaan lebih dalam!

Dan aku bersyukur buat tiap detik waktu,

buat tiap garis bantu yang diberikanNya di kanvasku.

Kugambarkan dengan berani, tanpa ragu dan kuhapus lagi.

Bersama crayon senyum dan duka berwarna warni,

Dengan gayaku, dengan rasaku.

Aku tidak lagi mau mewarnai laut dengan warna biru seperti selama ini,

kadang bagiku warna laut itu orange dan hijau.

Aku letih harus mewarnai biru di lautku.

Aku tidak mau lagi mewarnai mentari dengan orange, kadang bagiku warnanya hitam.

Aku bosan mewarnai mentariku dengan orange.

Besok mungkin aku memutuskan untuk mengganti crayonku jadi spidol warna,

Atau cat minyak dan tinta.

Dia memperbolehkannya.

Dia memberikanku kebebasan.

Tapi aku sadar bahwa kanvasku adalah milikNya.

Dia punya lebih banyak kanvas berwarna indah di Atas sana.

Kanvas-kanvas yang menarikan lukisan yang indah,

Seperti anak kecil yang ingin tahu,

Rasanya aku ingin mengintip kesana.

Aku boleh melihatnya.

Ya, pasti aku boleh melihatnya.

Bahkan aku boleh ikut menambahkan koleksi lukisanNya yang indah dengan kanvasku!

Karena Ia janji padaku,

Dan aku tahu Ia tepat janji.

Masih banyak rencanaNya yang tak kuketahui, dalam hatiku yakin.

Kurasa aku ingin mengintipnya sekarang!

“AnakKu, kan Kuberikanmu waktu untuk mengintip rencana indahKu, tapi bantuKu untuk menorehkan keindahan di kanvas yang lain ya,”

“Jadikan kanvas dan crayonmu, pengindah bagi kanvas lain.”

“tapi buat apa?”

“Cobalah, dan ingat, yang indah ya,”

Seperti adik kecil yang baru bisa menggambar, aku senang diberikan kesempatan itu.

Terkadang ku bosan, nampaknya tak ada gunanya.

Namun kembali terngiang kata indahNya, “Cobalah, dan ingat, yang indah ya,”

Dan aku pun punya semangat lagi.

ucapNya yang begitu hangat memelukku yang mulai dingin.

janjiNya merangkulku dan mengangkatku begitu tinggi.

Dan aku pun melompat gembira,

Bagai adik kecil yang baru belajar menggambar.

Ya, aku mau kembali lahir bagai adik kecil yang baru belajar menggambar.

Dua puluh tujuh hari menuju awal yang baru bagiku

Merayakan indahnya hidup yang bewarna-warni,

Merayakan semangat untuk ikut menorehkan keindahan di kanvas lain seperti halnya di kanvasku.

16 Oktober 2009

Advertisements