Rakyat saat pembagian BLT

PENINGKATAN kesejahteraan rakyat tentu bukan soal yang mudah. Kesehatian antara pemerintah dengan rakyatnya, satu visi dan tujuan ke depan, haruslah menjadi syarat dasar.

 

Pada hakikatnya, peningkatan kesejahteraan rakyat adalah “pekerjaan rumah” bersama. Belajar dari kepemimpinan Fernando Lugo, Presiden Paraguay, sebuah negara sosialis dengan jumlah penduduk sekitar 25 juta jiwa (tahun 2006), gaya “pemimpin adalah pelayan dan anutan rakyat” yang dibawakannya begitu kental dan nyata.

Baginya, hidup sederhana dengan makan ubi kayu, jagung, dan pisang rebus ala rakyat tidak akan dihilangkannya meski telah menjabat menjadi orang nomor wahid di negaranya. Hidup pemimpin sama susah dengan rakyatnya. Pengutamaan rakyat di atas segalanya; serta pembangunan kesejahteraan rakyat dengan pemuliaan pertanian rakyat; terus menjadi fokus negara Paraguay.

Menjadi negara yang maju tentulah tidak hanya sekadar berkutat pada ekonomi makro-yang dilhat dari masyarakat awam, hanya terus membangun apartemen megah yang nggak bakal kebeli dan menggusur sekolah untuk pendidikan rakyat untuk membangun mal; namun juga meningkatkan perhatian terhadap kaum-kaum kecil; seperti petani, nelayan, buruh, guru, dan pedagang kecil.

Meningkatkan kesempatan dan mendorong rasa percaya diri dari masyarakat kecil untuk secara positif mau maju dan berubah; mampu bangkit dan bekerja sama dengan pemerintah. Terlepas dari angka dan fakta, hendaklah penciptaan kesejahteraan rakyat Indonesia tidaklah terlepas dari penerapan dasar negara, yaitu Pancasila.

Keadaan rakyat yang sejahtera sejatinya tidak hanya soal fisik, namun juga mental dan psikis. Barulah penghormatan terhadap nilai kemanusiaan-yang nampak mulai memudar dengan meningkatnya angka pembunuhan, terorisme, dan terus menjadi sedemikian kompleks; bisa diperjuangkan dengan rakyat yang kenyang. Makan dulu, baru bisa mikir dan kerja. Tentu pepatah ini bukanlah hanya sekadar omong kosong belaka; kita pastilah mengangguk membenarkan.

 

dimuat di Harian Seputar Indonesia, 12 Agustus 2009

Advertisements