Pengalaman adalah guru yang terbaik.

penggalan pepatah lama itu memang lama terselip di benakku, entah kemana–mungkin sejak aku menutup buku-buku SMA.

namun saat ini, pepatah itu menjadi tema hidupku. Betapa aku bersyukur buat setiap hal yang kualami dan selalu meneguhkanku.

Terima kasih tanteku :dari luka batin, keraguan, hingga belajar mencintai

hal pertama yang begitu kusyukuri adalah, bahwa tangan Tuhan menunjukkan jalan bagiku untuk kembali dekat denganNya melalui tanteku dan keluarganya. aku bersyukur bahwa Dia memakai tanteku untuk membantuku keluar dari rasa kegamangan, sedih, dan keragu-raguan dalam melakukan tanggung jawab yang diberikan.

aku pernah lupa bahwa saat aku hanya mengandalkan diri sendiri, aku tak akan kuat. Lewat tante Betty, aku belajar untuk kembali dalam track ku, untuk kembali merefleksikan hidupku.

benarkah aku luka batin? mungkin aku belum tahu. Tapi aku percaya, Dia pasti menyembuhkanku 🙂

aku telah memaafkan semua orang yang membuatku sedih sejak lama. Aku pun merasakan kepenuhanNya. namun saat aku mulai kembali gamang, kasihNya lewat tanteku tercurah.

“Ketika kamu melayani, tapi hatimu sendiri tidak dalam kondisi damai, maka itu bukan melayani,” kata seorang sahabat. Dan aku serta tante mengamininya.

aku tak akan lupa bagaimana kami berdua menangis di ruang makannya pagi itu. saat itu aku merasa Tuhan Yesus memeluk dan menguatkan kami berdua.

“dalam melayani suami dan anakku aku selalu berpikir bahwa mungkin aku tak bisa melayani mereka lagi besok,”

aku pun merasakan kasih dan penguatan Nya di saat yang begitu tepat.

aku bersyukur bahwa aku tak sendiri, paling tidak aku mau mengubah pandanganku untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, namun mau menjadi pendengar yang baik bagi orang lain.

Tuhan Yesus, Kau menumbuhkan semangat di hatiku!

***

aku ragu dalam melangkah, ya, itu benar.

itu membuatku tak bisa melompat lebih tinggi.

namun apakah dia yang membuatku luka, menerbitkan keraguan itu?

aku sudah memaafkannya, dan memohon kemantapan datang.

dan, ya..

aku  begitu bersyukur buat tanggung jawab di komunitas kampus telah berhasil kujalani bersama teman-teman; kekuatanMu nyata ya Tuhan. Kau pakai aku dan teman-teman panitia untuk memberikan yang baik bagiteman-teman baru dalam komunitas kami lewat kaderisasi kemarin. Aku dipakai olehMu untuk menjadi pelayanMu 🙂

Tuhan Yesus, terima kasih:)

***

di dalam hatiku,Kau tahu apa yang kumohonkan,

aku mau membebaskan hatiku ini Tuhan, memantapkan langkahku, belajar memaafkan, dan belajar mencintai dengan sungguh.

amin.

terima kasih Tuhan, Kau memberikan tanteku yang terbaik!

8 Februari 2010,

awal hidup ku yang kembali baru:)

Advertisements