She loves it.

She missed the calculation when she said she were ready to fly.

She just has to know it, and then realize to get it back.

She just wants to be free, and made free decision about her life.

She likes to hope.

She loves for being in her room, for now she could get herself,

and bent her knees to pray.

“He likes to talk to me, and I love to listen to Him,” said her.

He said, “You just have to know, dear my child, I love you,”

And she loves it.

cheers her morning, 2010.

Illustration  was taken from Google images– Erin McPhee’s illustration, 2009.

Advertisements

Dia berbicara di dalam hatiku.

apa yang lebih menggairahkan dibanding dengan kesadaran akan rasa?

merayakan indahnya kehidupan, damai, dan kepenuhan,

menghangatkan jiwa yang beku.

namun menangisi yang telah berlalu, inipun rasanya indah.

seakan arti hidup menyeruak kembali keluar.

mengapa kau risau, hai jiwaku yang kecil?

dengarkanlah!

Ia menginginkanmu bertahan.


saat cintanya datang.

saat cintamu datang,

aku tak lagi ada.

yang ada hanya engkau,

yang menerbitkan hidup dan menghelakan tiap nafas di relungku.

cintamu buatku tidak egois,

cintamu buatku semakin menghidupi hidupku.

bahkan aku sanggup mencintai yang lain,

dengan cintamu.

cintamu pada yang lain tak buatku iri,

atau bahkan geram.

aku tak perlu apa-apa,

karena aku sudah tenggelam perlahan dalam

damai cintanya.

23.16.

dariku yang tengah jatuh cinta lebih dalam.

Parischa, You Rock! :)

Beberapa minggu ini aku kembali ke rumahku, setelah aku memutuskan untuk menunda skripsi di semester depan. aku berpikir dalam beberapa minggu ini aku sedikit tidak produktif, mengingat bahwa teman-temanku masih banyak yang memperjuangkan sidangnya dan aku terdiam di rumah dan menjadi lapuk; yang menjadikan semuanya begitu sulit untuk diteruskan. aku mengambil keputusan untuk menunda yudisium ku tahun ini seperti yang kucita-citakan dari awal. sebel juga sih, tapi aku punya lebih banyak hal positif yang bisa kusyukuri, termasuk waktu lebih banyak untuk mempersiapkan skripsiku nanti dan bagaimana aku menjaga hubunganku dengan keluargaku yang kurasakan jauh sejak beberapa bulan ini bisa kubuka lebih baik saat aku banyak di rumah : )

Pagi hari ini kucoba untuk membaca harian langganan keluargaku, Seputar Indonesia. kubuka-buka halamannya, mulai dari halaman opini, dari soal dana Aspirasi DPR yang menggelitik, sampai kasus video Luna-Ariel. dari soal kehebohan jelang Piala Dunia, hingga kasus hutang Bakrie. ku skip semuanya. sampai aku menemukan satu kolom kecil di halaman belakang yang menarik perhatianku, karena di situ  tertulis : Melalui Tulisan Ajak Orang untuk Selalu Berpikir Bahagia. akupun tertarik membacanya.  sejenak pikiranku melayang bahwa beberapa bulan yang lalu aku bergabung dengan komunitas penulis muda , dan kami banyak dibimbing disana untuk menemukan passion kita masing-masing ketika menulis. disana aku mendapatkan semangat yang lebih besar–dan aku yakin suatu saat bisa menulis untuk sekedar menyenangkan diriku, dan syukur-syukur jika sungguh bisa menginspirasi orang lain. hei, sepertinya dia melakukan apa yang ingin sekali kubisa lakukan.

wanna know deep about this guy!

ini dia. Neil Pasricha namanya. despite the fact that he’s smile quite gorgeous to me : ) (hehe), pria Kanada ini mampu menginsirasi orang lewat kejadian-kejadian kecil yang kita alami sehari-hari dan nampak sepele. yang jelas, dia memulai semuanya tepat setelah ia mengalami dua kejadian buruk bersamaan :istrinya meninggalkan dirinya, dan sahabat dekatnya memilih untuk bunuh diri. yang jelas, sejak memulai blognya di tahun 2008, kini ia sudah memiliki 1000 hal, kejadian, cerita, yang selalu ia sebutkan sebagai an awesome things to reflected. saat ini blog nya  www.1000awesomethings.com telah dikunjungi lebih dari 15 juta hits, dan mampu menginspirasi para pembacanya dari berbagai negara.

lihat saja tulisan sederhananya di Drying Your hands on your pants. Teringatlah aku akan kebiasaanku saat memilih untuk selalu mengeringkan tangan setelah mencuci tangan di wastafel ke paha celana  (mamaku sering bilang bahwa kebiasaanku itu jorok dan ga enak diliat). namun bagiku, aku suka saja melihat tapak tanganku di paha, meski agak terganggu dengan basahnya sih. atau di tulisannya yang kusuka, Getting Through It. hey,  akupun sering menulis hal-hal sederhana dari sisi yang positif, hasil refleksiku, dan kupikir aku bisa memulainya kembali dengan lebih semangat.

: )

dalam situs Globe Life, dimana ia diwawancarai tentang peluncuran buku barunya yang merupakan kumpulan dari tulisannya di blog “1000 Awesome Things” , Sarah Hampson, sang penulis artikel menuliskan bahwa Neil sangatlah humble dan tidaklah mau disebut sebagai penulis, dan terus menjalani kehidupan biasanya di bidang marketing di Wal-Mart. ia bahkan tidak menyebutkan gelar MBA nya dari Harvard sebagai the-most-noteworthy-wonders of the world he wants others to notice. wow, that’s awesome.

so, back to earth, aku melihat bahwa di dalam hidupku, dan juga hidupmu, pastilah banyak hal yang kita bisa refleksikan sebagai hal baik yang bisa membuat kita tertawa, dan yang jelas, semakin besyukur. so, why don’t we start it now? think  it’s gonna be awesome, right? : ) : )

*hey, kupikir-pikir lagi, keputusanku itu  juga awesome : )

di sudut kamarku,

awal Juni 2010.

Illustration  was taken from Google images.

Belahan Jiwa?

Teringat akan obrolan santaiku dengan adik perempuanku di ruang tamu rumah sore itu. “Mel, aku percaya kalo kamu soulmateku,” terangku padanya sambil tersenyum.”soulmate ga musti pacar kan, bahkan anjing pun bisa jadi soulmate seseorang kan Mel,?” kataku mencari pembenarannya.

“Meski cici dulu sering iri sama kamu, sering nyubitin kamu, sekarang aku berasa kalo kamu lebih dari sekedar sahabat bagiku,” “Aku tuh ga semanget tau ga, kalo satu hari ga cerita dan denger kabarmu, ” aku pun tersenyum, begitu pula dengan dia yang menjawab singkat, “ya, mungkin”.

Ya begitulah. aku merasa dulu aku sering sekali berantem dengan adik perempuanku satu-satunya. Ya entah rebutan boneka, entah dia yang ngerusak hidung Bobby boneka monyetku lebih dulu, atau  aku yang mencubit pahanya sampai ia menangis hanya karena gemas dan sebal. Continue reading “Belahan Jiwa?”