Beberapa minggu ini aku kembali ke rumahku, setelah aku memutuskan untuk menunda skripsi di semester depan. aku berpikir dalam beberapa minggu ini aku sedikit tidak produktif, mengingat bahwa teman-temanku masih banyak yang memperjuangkan sidangnya dan aku terdiam di rumah dan menjadi lapuk; yang menjadikan semuanya begitu sulit untuk diteruskan. aku mengambil keputusan untuk menunda yudisium ku tahun ini seperti yang kucita-citakan dari awal. sebel juga sih, tapi aku punya lebih banyak hal positif yang bisa kusyukuri, termasuk waktu lebih banyak untuk mempersiapkan skripsiku nanti dan bagaimana aku menjaga hubunganku dengan keluargaku yang kurasakan jauh sejak beberapa bulan ini bisa kubuka lebih baik saat aku banyak di rumah : )

Pagi hari ini kucoba untuk membaca harian langganan keluargaku, Seputar Indonesia. kubuka-buka halamannya, mulai dari halaman opini, dari soal dana Aspirasi DPR yang menggelitik, sampai kasus video Luna-Ariel. dari soal kehebohan jelang Piala Dunia, hingga kasus hutang Bakrie. ku skip semuanya. sampai aku menemukan satu kolom kecil di halaman belakang yang menarik perhatianku, karena di situ  tertulis : Melalui Tulisan Ajak Orang untuk Selalu Berpikir Bahagia. akupun tertarik membacanya.  sejenak pikiranku melayang bahwa beberapa bulan yang lalu aku bergabung dengan komunitas penulis muda , dan kami banyak dibimbing disana untuk menemukan passion kita masing-masing ketika menulis. disana aku mendapatkan semangat yang lebih besar–dan aku yakin suatu saat bisa menulis untuk sekedar menyenangkan diriku, dan syukur-syukur jika sungguh bisa menginspirasi orang lain. hei, sepertinya dia melakukan apa yang ingin sekali kubisa lakukan.

wanna know deep about this guy!

ini dia. Neil Pasricha namanya. despite the fact that he’s smile quite gorgeous to me : ) (hehe), pria Kanada ini mampu menginsirasi orang lewat kejadian-kejadian kecil yang kita alami sehari-hari dan nampak sepele. yang jelas, dia memulai semuanya tepat setelah ia mengalami dua kejadian buruk bersamaan :istrinya meninggalkan dirinya, dan sahabat dekatnya memilih untuk bunuh diri. yang jelas, sejak memulai blognya di tahun 2008, kini ia sudah memiliki 1000 hal, kejadian, cerita, yang selalu ia sebutkan sebagai an awesome things to reflected. saat ini blog nya  www.1000awesomethings.com telah dikunjungi lebih dari 15 juta hits, dan mampu menginspirasi para pembacanya dari berbagai negara.

lihat saja tulisan sederhananya di Drying Your hands on your pants. Teringatlah aku akan kebiasaanku saat memilih untuk selalu mengeringkan tangan setelah mencuci tangan di wastafel ke paha celana  (mamaku sering bilang bahwa kebiasaanku itu jorok dan ga enak diliat). namun bagiku, aku suka saja melihat tapak tanganku di paha, meski agak terganggu dengan basahnya sih. atau di tulisannya yang kusuka, Getting Through It. hey,  akupun sering menulis hal-hal sederhana dari sisi yang positif, hasil refleksiku, dan kupikir aku bisa memulainya kembali dengan lebih semangat.

: )

dalam situs Globe Life, dimana ia diwawancarai tentang peluncuran buku barunya yang merupakan kumpulan dari tulisannya di blog “1000 Awesome Things” , Sarah Hampson, sang penulis artikel menuliskan bahwa Neil sangatlah humble dan tidaklah mau disebut sebagai penulis, dan terus menjalani kehidupan biasanya di bidang marketing di Wal-Mart. ia bahkan tidak menyebutkan gelar MBA nya dari Harvard sebagai the-most-noteworthy-wonders of the world he wants others to notice. wow, that’s awesome.

so, back to earth, aku melihat bahwa di dalam hidupku, dan juga hidupmu, pastilah banyak hal yang kita bisa refleksikan sebagai hal baik yang bisa membuat kita tertawa, dan yang jelas, semakin besyukur. so, why don’t we start it now? think  it’s gonna be awesome, right? : ) : )

*hey, kupikir-pikir lagi, keputusanku itu  juga awesome : )

di sudut kamarku,

awal Juni 2010.

Illustration  was taken from Google images.

Advertisements