hei kamu!

hei, aku suka saat melihat kamu makan dengan lahap.

namun yang membuatku cinta,

adalah saat yang seharusnya kamu kaget

saat melihat aku tersedak tiba-tiba,

atau bahkan ilfeel,

kamu malah tetap tenang dan berkata, ‘aku sayang kamu’.

aku suka saat melihat kamu tertawa dan tersenyum.

kamu menatap mataku saat itu.

namun yang paling aku suka adalah, saat kamu menggenggam tanganku,

dan aku tahu, bahwa aku akan selalu aman dalam lindunganmu.

aku suka saat kita bersenandung atau bahkan;

bengong bersama.

aku suka saat melihat kamu begitu senang bisa melihat si beagle yang sayu;

atau saat kamu bercerita kamu tengah menikmati animal planet.

dan yang paling aku cinta dari kamu adalah,

saat kita berdua sama-sama tahu, kita tak perlu jaim 

saat tampil tak rapi di hadapan satu sama lain.

aku suka saat kamu panggil aku ‘sayang’

namun yang paling aku cinta dari kamu adalah,

saat aku tahu, bahwa kasih dan sayang

yang adalah dariNya; itu hadir di antara kita,

dan tanpa kita saling berkata apapun,

rasa itu sungguh hadir dan nyata : )

22 April 2011 : )

masih di ruang tamuku, dan aku merindukan kamu.

Advertisements

Mengenal diriku sendiri.



Aku menemukan artikel ini dari website kesukaanku, Psychology Today. terima kasih karena teman lamaku dari sebuah komunitas penulis telah banyak memberikan link-link dari website ini juga; juga blog nya yang inspiratif.

tulisan di artikel ini membuatku mendorong diriku sendiri, untuk sejenak menekan tombol ‘pause’ dari rutinitas yang aku jalani dari hari ke hari. aku mencoba menyediakan waktu untukku sendiri untuk kembali mengenal diriku sendiri, hal-hal apa yang kurasakan dapat kutingkatkan (i think it’s better to called this is a blessing so we can continue shaping our life with uniqueness, make a better life to share, and helping people with this things) so, aku mencoba membagikannya untuk kamu disini.

Mistakes Introverts Make

We are all so very wonderful and yet–I’m sorry, but it must be said–we are not perfect. This blog has focused mostly on staking out turf in our culture for introverts, but now it’s time to consider some things related to our introversion that might be interfering with our relationships and accomplishments. Many or most of us have probably made some of these mistakes at one time or another. I certainly have.

Isolating: Sure, some people need more social interaction than others, but we all need some. Too much isolation is not healthy. I know it’s time to leave the house when I start feeling gloomy in my solitude, or like I’m getting weird. Weird is subjective, but when going to the supermarket feels like a major excursion, when I start worrying that I may have lost the ability to converse, when I get furious at  -strangers in my online social networks, I know it’s time to for face time. I call a friend, do lunch, attend a party…anything to get my social gears cranking again. It needn’t be anything deep and meaningful. Just a little something to reconnect me.

Cinta kita.

aku bersyukur untuk cinta ini.

karena cintamu membuatku sungguh utuh.

kasihmu membantuku untuk berkembang.

cintamu nyata, sayang.

 

cinta kita bukan berpijak dari kesempurnaan,

tapi dari penerimaan terhadap masa yang telah lalu.

kasih kita memupuk harapan baik di masa depan bersama.

tumbuh dalam hal yang sederhana,

cinta kita nyata, sayang.

 

aku tak takut akan hal apapun,

karena cinta kita begitu hangat, dan ini cintaNya untuk kita.

 

kamu menatap mataku lekat  malam ini.

dan aku tersipu malu.

kamu kecup keningku.

dan aku ingin kamu.

 

Oh Tuhan, sungguh kusyukuri rahmat cintaMu untuk kami.

05042011