hai Oktober!

Hai!

sudah Oktober 2011. saya kira, saya perlu melihat bagaimana saya menggunakan hari-hari saya hingga saat ini.

Ternyata, saya menemukan diri saya belum memperluas pola pikir dan bagaimana saya mengolah waktu saya dalam keseharian.

Saya banyak mengulur waktu dan menunda pekerjaan. saya rasa, saya banyak belajar dalam tahun ini, lewat pekerjaan yang saya jalani, lewat jalinan hubungan yang saya jalani dengan orang-orang terkasih, dengan diri saya sendiri, dan tentunya, dengan Yang Maha Kuasa. saya merasa tertegur dengan timbulnya kesulitan yang ternyata karena kebiasaan buruk saya : menunda-nunda!

Saya belum juga bisa menentukan prioritas saya dalam melakukan segala sesuatunya. saya membiarkan hidup saya berlalu tanpa membuat perencanaan dengan baik. hm. sepertinya tidaklah baik jika hal ini terus saja terjadi.

bisa saja, setelah ini saya memang masih menjalani hal yang sama. (toh seharusnya malam ini saya lebih baik tidur ketimbang menulis jurnal ini; karena besok saya harus masuk kerja). but i guess, this is worth it to write on my path. Dan ya, saya perlu untuk segera mengambil alih hidup saya sendiri dari kesemena-menaan dan nyeleneh nya saya dalam menjalaninya dengan begitu cuek. duh.

so, bagaimana sekarang? banyak hal tertunda yang saya lakukan dengan dalih ingin menunggu saat yang baik untuk melakukannya. tuh, saya sendiri sepertinya tahu solusinya. ya, kasus menunda yang sangat kronis ini saya pikir perlu untuk digerus sedikit demi sedikit; sebelum apa yang justru saya tahu saya inginkan begitu rupa menguap karena tertelan waktu yang terus berjalan.

dan saya bisa.

saya pasti bisa.

ijinkan saya untuk tetap mengucap syukur karena seberapapun saya jauh dariNya, Tuhan tetap memberikan begitu banyak rahmat bagiku untuk memulai segala sesuatu yang baru. untuk bersyukur, bahwa hidup saya tidak sebegitu runyam yang saya pikirkan. saya ikut doa rosario lingkungan mungkin hanya saat rumah saya kebagian waktu sebagai tempat doa para umat. malam ini, saya membuka buku renungan harian Doa Rosario Oktober dan menemukan gambar anak-anak busung lapar; dan mengingat dengan sangat jelas : aku selalu mengeluh hal yang tidak jelas tanpa membuka mata terhadap hal ini.

Saya marah-marah dengan mama saya, kadang cuek dengan papa, tanpa saya sadari bahwa berkat Tuhan terus tersedia ke rumah kami dan betapa aku bersyukur punya keluarga utuh dan penuh berkatNya.

Saya marah-marah terhadap kekasih saya, mengungkapkan kata-kata negatif tentang diri saya sendiri dan terus mempermasalahkan hal kecil. namun dia terus begitu sabar mendampingi saya dan membantu saya mendefinisikan apa yang saya lalui ini. dia berusaha membuktikan, dengan kelemahan dan hatinya, dia begitu mencintai saya, apa adanya.

Saya begitu bersyukur karena Tuhan telah mempertemukan saya dengan kekasih hatiku.

 

Meski punya banyak lemah, saya juga kuat. meski saya lemah, saya terus dikuatkan dan diperbaharui.Terima kasih Tuhan.

 

Baik. selesai sudah tulisan ini untuk malam ini. saya bertekd melakukan satu hal baru yang tak kutunda lagi dalam hidupku.

sampai besok ya.

Selamat malam dunia.

 

 

 

Advertisements

Hatiku HatiMu

Tuhan, Kau letakkan hati manusia begitu jauh di dalam

untuk tersentuh oleh orang lain.

Kau letakkan hatiku jauh didalam  rongga dada.

aku belum pernah melihatnya.

 

Tapi kata guruku dulu, letaknya di dalam rongga perut atas.

kupikir letak sangat mempengaruhi.

tapi sekarang  aku mengerti,

hatiku, seperti hatiMu, Kau letakkan  jauh di dalam;

bukan hanya agar cepat mencinta, tapi juga bisa merasakan sakit.

aku senang jika bisa memberikan hatiku.

rasanya menyenangkan, dan aku rasa Kau pun tersenyum sepertiku.

aku bisa melihatnya.

namun kadang mengapa rasanya sakit sekali,  Tuhan?

rasanya suatu saat aku ingin melepaskannya di luar.

sehingga tak usah kubawa, lalu aku tak merasa sakit atau sedih.

tapi itu akan membuatku tak bersamaMu lagi.

dan aku ingin tetap bersamaMu.

jadi, rasa sedih atau sakit itupun, kubagi bersamaMu.

ini hatiku Tuhan.

dan sampai detik ini, kubersyukur untuk hal itu.

🙂

the illustration was  taken from google images.

For My Birthday :)

Tomorrow is my 22nd birthday.

oh, Dear God, i know You always give me all of my needs.

but if i could make my wishes to You, this is what i want it most. let me put this to Your hands.

Please let me be thankful with all You gave it to me.  this is all that i have. i always being blessed by Your love and merciness. and Your love is real for everyone who give their trust in You.

Give me a strength to finished this final year. i know i’ve made my  mistakes, doubt. So i couldn’t give a room for me have my trust in You; The One who always give me a strength to carry on.

I trust in You, and   i want to graduate this year. help me to make it with You 🙂

Dear God, help me to give all of my life to You. i have a freedom to choose everything in this life; and i know i give my options freely to choosing Your way. give me a strength, to facing everyday and stay on Your Path, even if the burden come, i just want to know that i could stay to walk with You. i do have a dream, and i know You know the best.

Dear God, i know, deep in my heart, You told me, that i’ve been blessed to have this family, my lovely family. i believe it fully. and i believe that i am one of the blessings to this family. this is not about me, it is all from You. give us a strength to serving one anothers, as You give us Yourself, that is Love, to all of the family that put aside all of their ego.  let Your love burned us:)

Dear God, let me pray for all of my bestfriends, my big family, all of the people who always give me help to get to know Your ways. i’ve being blessed by all of the meetings, all of the friendship, kinship, and i believe that there are no accidents on my life.  and i believe Your plans to giving us hope and a future.

let me be one of Your pencils, like Mother Theresa always said. i couldn’t do something without You, dear Lord, and i will  share my life to the others, with all i have, that also from You.

Let me pray for the unity and love in the world. give us strength to faces the challenges in togetherness. it may started from our family. shower us with Your Spirit so we could understand the situation, seeking You in all of my problem, and being the Light in togetherness.

 

 

 

 

most of all, dear Lord, i wanted to walk my life with You. let me always be with You.

I love You, Lord .

November 11, 2010.

 

*) those beautiful illustration are taken from the Google Images.

Your Sorrow, Is My Sorrow.

The Heart of Compassion

Compassionate God,
your generous presence
is always attuned to hurting ones.
Your listening ear is bent
toward the cries of the wounded
Your heart of love
fills with tears for the suffering.

Turn my inward eye to see
that I am not alone.
I am a part of all of life.
Each one’s joy and sorrow
is my joy and sorrow,
and mine is theirs.
May I draw strength
from this inner communion.
May it daily recommit me
to be a compassionate presence

for all who struggle with life’s pain.

—Joyce Rupp

I took this poem from the Joyce Rupp’s book, Your Sorrow is My Sorrow (1999). In Indonesia, this book have being translated by Pater Suwito,Pr (2004,2006). so, i’m glad i could buy on Toko Obor and having the strength and blessings to share to you guys. It is nice too know that when we sad and feel sorrow, we’re not actually alone like we felt most, knowing that Mary has been there before me.

I have felt comfort and kinship in knowing that Mary has been there before me. In this Mother of Sorrows I have found a woman of compassion and courage whose life experiences give me strength to weather my own tribulations. Rupp’s said.

Personally, i love when i read the story about how Mother Mary share her afraidness because of The Loss of Christ Jesus in the Temple (Luke 2:41-52).

48When his parents saw him, they were astonished. His mother said to him, “Son, why have you treated us like this? Your father and I have been anxiously searching for you.”

49“Why were you searching for me?” he asked. “Didn’t you know I had to be in my Father’s house?” 50But they did not understand what he was saying to them.

51Then he went down to Nazareth with them and was obedient to them. But his mother treasured all these things in her heart. 52And Jesus grew in wisdom and stature, and in favor with God and men.

When i read that story, i just get the insight what would probably my mother’s feel about me. My mother and i  have not been talked closely like we used to be. it’s just sad,  but i thing this is the common problem, for some mom-daughter relationship. When the daughter being grown up, and mom would probably feel alone; or something that i’m not understand, because even i’ve ever said that my mom and i maybe a soulmate, it’s just something that i don’t know because we are different. We just got a different sight for some things now; and for me those are the essential. now We’ve been fight in silence. i’m afraid to ask or explain a lot because mom had been yelled at me when i tried to explain the “it” things to her.  she just don’t want to hear about my explanation yet. despite of that, i love her, and i just want her to know that i love her and don’t have any thought to hurt her again.

The best thing is, in this book, Joyce Rupp illustrate how sad and afraid Mary would be when she faced the hard situation. With those nice illustration, the reader being pulled out to see that we have the same common feel with Mother Mary on faced the sorrows together, so we can get the strength with her ; whatever your graveness is.
i just thought for the first time i read this book in the bookstore, “could it be help us to understand each other?”

Mom, i love you.

22.09.10

saat cintanya datang.

saat cintamu datang,

aku tak lagi ada.

yang ada hanya engkau,

yang menerbitkan hidup dan menghelakan tiap nafas di relungku.

cintamu buatku tidak egois,

cintamu buatku semakin menghidupi hidupku.

bahkan aku sanggup mencintai yang lain,

dengan cintamu.

cintamu pada yang lain tak buatku iri,

atau bahkan geram.

aku tak perlu apa-apa,

karena aku sudah tenggelam perlahan dalam

damai cintanya.

23.16.

dariku yang tengah jatuh cinta lebih dalam.

thankful

Pengalaman adalah guru yang terbaik.

penggalan pepatah lama itu memang lama terselip di benakku, entah kemana–mungkin sejak aku menutup buku-buku SMA.

namun saat ini, pepatah itu menjadi tema hidupku. Betapa aku bersyukur buat setiap hal yang kualami dan selalu meneguhkanku.

Terima kasih tanteku :dari luka batin, keraguan, hingga belajar mencintai

hal pertama yang begitu kusyukuri adalah, bahwa tangan Tuhan menunjukkan jalan bagiku untuk kembali dekat denganNya melalui tanteku dan keluarganya. aku bersyukur bahwa Dia memakai tanteku untuk membantuku keluar dari rasa kegamangan, sedih, dan keragu-raguan dalam melakukan tanggung jawab yang diberikan.

Continue reading “thankful”