Di Sela Kesibukkanku.

Tags

, , ,

Beberapa hari ini aku kangen mama papaku.

Mamaku kemarin sempat menelfon, aku semakin kangen rasanya.

sekian lama aku bertahan menjadi anak yang keras kepala dan keras hati.

rasanya luluh dinding ini oleh kangen yang merasuk di hati.

di sela kesibukkanku, aku berdoa untuk mama papaku disana.

Semoga mereka selalu baik-baik, diberi kesehatan dan kedamaian dari Tuhan.

Ma, Pa, sampai ketemu akhir minggu ini.

peluk cium,

anakmu.

Advertisements

Time of My Life.

Tags

Hi. Sekian lama meninggalkan kesenanganku untuk menulis, rasanya kangen juga. 

Kini aku telah melepaskan masa lajangku, sejak lima bulan yang lalu aku menikahi suamiku. Aku bersyukur untuk semua hal yang telah kami alami hingga saat ini. semuanya baik dan penuh berkat Tuhan.

Aku menyapa mu, teman, dan ingin bercerita sedikit kepadamu.

Beberapa pendapat orang yang pernah kudengar, mungkin kamu juga;  bahwa masa-masa bulan madu di saat ini sudah mulai berkurang kadarnya. Yang pasti, saat ini kami masih terus saling mengenal lebih dalam tentang kurang lebihnya kami berdua. tentu, tak lepas dari pertengkaran kecil hingga besar; as most of people know, it’s all about Man and Woman, who have a different thought and feelings. Kini tinggal bagaimana upaya kita untuk mengkomunikasikan diri kita dan memperkenalkan diri kita yang berbeda kepada pasangan. Aku merasakan betapa keegoisan sangat mudah menghancurkan hati dan rasa bahagia kita, apalagi pasangan yang kita sakiti; yang kesemuanya tak berujung baik pastinya. terkadang kemarahan kami akan satu sama lain; saat pada puncaknya; kami sebenarnya lupa akan inti dari permasalahan yang berujung malah pada kemarahan yang terkadang blur, dan semua hal yang kami ungkit tersebut menjadi kecil dan tak penting ketimbang pribadi yang di depan altar Tuhan kita berjanji untuk setia dan mengasihinya seumur hidup kita.

Sejauh ini, di usia pernikahanku yang masih muda ini, aku terus merasakannya sebagai anugerah sekaligus pembelajaranku seumur hidup. bahkan aku menemukan sifat-sifat ku yang pemarah, tidak sabaran, seperti terlepas rasanya. Dengannya aku belajar mengakui kekurangan diri, meminta maaf kepada orang yang kita sayangi, mengucap syukur dan memberikan kasih sayang, dan menjadi yang terbaik dari hari ke hari bersamanya.

Mulai dari belajar memberikan diri, melayani orang selain diriku sendiri; namun berbeda juga dengan apa yang kualami di rumah orang tuaku tempatku bertumbuh.

Akupun menikahi keluarga suamiku, dan karena itu harus belajar berbaur dan melebur bersama dengan mereka juga.Menikah kini bukanlah hal yang kukira realistis kusaksikan di film komedi romantis Hollywood; namun bagaimana kita menghidupkan cinta kita dari hari ke hari dengan pasangan kita.

Terkadang, aku merasakan, semuanya berjalan sangat cepat.

Tentang pencarian passion ku, seperti yang kupaparkan di tulisan-tulisanku sebelumnya, tentu masih terus berlanjut. Malah, kini aku menemukan teman hidup–untukku berbagi semuanya, dan bahkan menyemangatiku untuk juga menemukan passionku dalam hidup.

now i believe, that my life become more complete; because i want it, an d i believe in it.

 i’ve become more enjoy my new life as my husband’s wife, more enjoy my day in my office and keep growing everyday.

aku tidak sabar bercerita lebih banyak kepadamu segera.

 

09.05.13Image

One Day My Soul Just Wake Up.

Tags

, , , , ,

Image

Sudah lama tidak menulis lagi. Saya merasa dunia saya berjalan begitu cepat. setiap hari sepertinya berpacu dengan waktu : ) duh, sepertinya sok sibuk sekali ya? tapi itu yang saya rasakan. rasanya sampai tidak memiliki waktu untuk merefleksikan diri sendiri, dan apa yang terjadi dalam diri saya pribadi. Seorang teman dan mentor saya dulu (duh, sudah lama tidak bersua dengannya)  mengenalkan saya pada sebuah metode refleksi diri sebagai karunia dari Tuhan untuk mampu bercermin terhadap diri kita sendiri, tentang apa yang terjadi, dan bagaimana ini bisa jadi pelajaran dan satu tali yang mengeratkan kita kembali pada Sang Pencipta yang Maha Kasih.

Di sabtu siang yang mendung saat ini, sambil berusaha menyetrum kembali kabel hidup saya yang dulu dengan saat ini  (kadang saya merasa, hidup saya  yang dulu, mimpi-mimpi saya yang tertulis di dalam pikiran dan hati sedikit banyak nyempil di sudut sana dan tidak sempat lagi terjamah saking padatnya waktu ngantor). saya senang bisa punya waktu yang melimpah untuk menyempatkan diri saya menulis jurnal kembali.

Pikiran saya sering melanglangbuana saat mengalami kejenuhan dengan rutinitas sehari-hari. salah satunya, tentang passion. Saya bekerja di satu instansi yang menekankan pelayanan (service) ke orang lain. bekerja di bagian management nya, saya memang nda begitu terlibat langsung dengan kegiatan utama dari instansi ini. but we serve the human who run for these services. ya, setahun pertama bekerja, saya diberi kesempatan belajar menjadi HRD staff di perusahaan tersebut. saya sambil berpikir, tujuan awal saya mau bekerja disana, karena saya merasa saya punya passion untuk memberikan service untuk orang lain; memiliki kreativitas dan semangat yang sangat cocok untuk instansi yang baru bertumbuh ini. dalam perjalanannya, memang banyak sekali hal yang kupelajari disana. dari bagaimana kita beirnteraksi dengan banyak orang yang berbeda latar belakang, watak, usia, kebiasaan, dan perangainya–hingga ilmu administratif, hukum, hingga keuangan. sifat dan kebiasaanku banyak kutemukan ternyata bentrok dengan dinamika di perusahaan tersebut.sedihnya, kadang saya menemukan, bahwa ini bukan kecintaan saya. mengapa sedih? karena di perusahaan yang mengutamakan pelayanan dan kasih pun, saya sampai saat ini belum merasa menjadi bagian dalam perusahaan ini. passion tidak tumbuh dalam hati ini. Ada sebuah quote yang begitu menarik dari artikel yang saya baca : “Nothing seems like work if we want to do it”.  Hm, faktanya, selama ini saya merasa di push untuk menjalani berbagai tugas kantor. Saya menyadari bahwa saya perlu mengembangkan diri saya lebih banyak tenatang kemampuan praktis dan ilmiah untuk mengerjakan tugas-tugas kantor saya yang sekarang.

Saat ini saya mengambil sisi positif dari pengalaman ini : saya sadar bahwa saya perlu untuk mengetahui dan benar-benar menghidupi passion dalam hidup saya. Saya yakin, bila dimulai dari kecintaan terhadap bidang yang sungguh saya sukai, tentu tidak akan sulit bagi saya untuk berkembang jauh lebih pesat.

Saya sadar sepenuhnya, sifat saya cukup keras untuk mau membuka diri terhadap kritik dan belajar lebih banyak.

ternyata, yang selama ini saya baca, bahwa ada orang yang memang punya sifat keras dan sulit berubah, kecuali berangkat dari dirinya sendiri… ada di dekat saya, ya saya sendiri : )

Luar biasa ya, saya seperti baru menemukan diriku sendiri yang berbeda akhir-akhir ini. ya, mungkin ini adalah proses percepatan belajar. Bos saya, yang cukup concern dengan perkembanganku yang dari fresh graduate dan pontang panting di percepatan pembangunan perusahaan tempatku bekerja agar jadi lebih baik dari hari ke hari, mengatakan perlu sekali diriku dibanting dan dipukul dulu agar bisa jadi lebih baik. saya nyengir, dan mengangguk karena memang saya merasa harus demikian. wah, dikritik orang memang rasanya luar biasa ya!  seringkali saya marah bahkan saat dikritik, rasanya tidak nyaman, seperti ditelanjangi! saya mengatakan hal itu kepada kekasih saya, yang juga menjadi sahabat saya dan begitu tahu saya. seringkali ia bersabar (kadang jadinya ikut marah dan membuat hubungan kami menjadi tidak nyaman) dalam  menghadapi saya yang keras kepalanya minta ampun. ternyata, apa yang saya kira saya tidak suka selama ini : orang yang emosional, mengumpat, berpikiran negatif, juga ada di dalam diri saya. cukup membuat saya sedih dan tertampar.  saya belajar, bahwa tidaklah berguna merasa diri kita sudah oke tanpa adanya kerendahan hati untuk menerima kekurangan diri dan menerima bahwa orang lain bisa tahu diri kita lebih baik dari kita sendiri. terima kasih karena kekasih saya yang setia telah membantu saya hingga saat ini untuk berubah jadi lebih baik.

Saya sangat tersemangati ketika saya membaca kembali artikel dari Rene, ada sebuah quote “How can you really be positive if you don’t even acknowledge negativity?” ada hal yang bisa saya syukuri selalu dalam hidup saya. tentu kita semua bisa merasakannya. Terima kasih Tuhan, saya diberi kesempatan untuk terus merefleksikan diri, menerima kekurangan yang ada, dan mau bangun kembali.

Ada hal yang saya pelajari : jangan melabeli diri kita sendiri sudah cukup belajar, sudah menjadi terbaik, tanpa tahu peta kemampuan diri, passion, dan tujuan hidup kita lalu menutup diri untuk adanya kesempatan belajar, apapun itu.  saya punya satu mimpi yang saya sendiri ragu dan nda punya commitment untuk memulai. saya terus memarahi dri saya sendiri : mau sampai kapan,heh? tentu tidak seperti ada preman yang nagih hutang, namun cukup keras untuk membuat saya mau bangun dari tidur dan being a so-so. Pertanyaan tentang “apa passion saya sesungguhnya?” dan what is the purpose of your life? ini begitu membuat saya merasa sangat menghargai waktu hidup saya. Having goals is NOT the same as having a clear purpose of life, demikian quote di artikel penulis yang saya suka, Rene Suhardono. membahagiakan dan mencintai keluarga seringkali dinyatakan sebagai tujuan hidup. Sangat tersentil saya saat membaca bahwa membahagiakan keluarga itu sebenarnya adalah standar minimum yang bisa dijalankan, dan bagaimana kita memiliki kepedulian yang lebih luas di hati kita untuk memperjuangkan segala sesuatu yang bernilai. apa yang membuat saya tersentil? karena saya merasa untuk standar minimum ini saja, saya belum menjalankannya dengan baik.

Berhenti menyalahkan orang lain tentang apa yang terjadi pada diri kita sampai saat ini. syukuri yang ada, beri tempat dan maaf bagi diri sendiri. saya tengah memulai kembali perjalanan saya dengan Tuhan. ini awal yang baru. saya mau menghargai waktu yang diberikanNya dengan lebih baik. saya merasa saya mau mulai dari nol untuk perubahan ini. kadang merasa seperti robot dalam menjalankan keseharian, dan saya tahu, ini tidak baik. saya harus memberi hati untuk menjalani segalanya.

Saya pernah tergabung dengan satu kelompok penulis Katolik yang beberapa anggotanya saya rasa punya passion besar terhadap bidang penulisan dan jurnalistik. ada yang concern terhadap bidang psikologi dan pendidikan,  ada yang concern terhadap masyarakat dan politik, tergabung dalam kelompok LSM pemerhati tayangan televisi; ada yang menjadi budayawan, wartawan–satu kata buat mereka wow! whenever there’s passion, there is awesome performance. sungguh, masing-masing diberi Tuhan talenta yang begitu mereka kembangkan. Salah satu teman dan senior dari kelompok itu kini telah berpulang kepadaNya, karena kecelakaan Sukhoi di Bogor beberapa waktu lalu. turut berdoa bagi kedamaian dirinya disisi Tuhan saat ini. Saya yakin, (meski tidak pernah mengenal langsung dirinya karena saat pelatihan kami tidak pernah ngobrol bersama) di titik ia memberikan dirinya kembali ke Sang Pencipta, dirinya telah menemukan jalan hidup dan kecintaannya pada bidang jurnalistik dan penulisan. God really loves you, may you rest in peace,dear.  http://bit.ly/JjZK41 , http://bit.ly/MFUA5G .

Saya bahagia pernah mencicipi bergabung bersama mereka walau hanya satu minggu pelatihan, itu juga titik poin bagi saya untuk mulai mencari kembali, dimana hati saya sungguh bahagia dan membuncah? dimana area yang perlu saya kembangkan? karena saya tidak tahu, kapan diri saya diminta kembali kepadaNya, dan ketika talenta yang saya miliki belum mampu saya kembangkan, pasti akan sangat menyedihkan bagiku, dan bagiNya. One Day My Soul Just Wake Up, adalah sebuah judul buku diskon yang saya beli di sebuah toko buku di Depok. isinya belum saya baca keseluruhan, namun judul nya cukup eye catching untuk saya ingat; dan ya, this is the day. my soul have to be wake up early, since i’m still alive. 

kangen :)

Sayang,

Malam ini aku merasa kangen sekali untuk menulis dalam blog.

Aku coba melepas penat di malam ini,

dengan merangkai kata-kata yang mungkin terlalu rumit untuk disampaikan di satu malam,

Tentang apa yang terjadi dalam hidupku.

Kupikir sudah lama ya, aku tidak membuka blog ku ini, menuliskan kata-kataku di halamannya,

Berusaha membisikkan segalanya ke dunia.

Namun, kok jadi rasanya berhutang sekali untuk menulis disini, hihi..

Lalu perlahan aku menyadarinya.

Sebenarnya aku hanya kangen kamu,

Tempatku bersandar, tertawa dan menangis,

Menceritakan segalanya kepadamu.

Mendoakan mimpi dan berbagi harapan kita berdua.

Ya, aku telah membagikan hidupku bersamamu, setahun lebih lamanya.

pahit manis kita jalani berdua.

masih teringat jelas semuanya di dalam benakku.

Kurasa, karena alasan ini, aku tidak perlu lagi merasa berutang untuk menuliskan semuanya.

Aku senang, kita boleh bersama berkatNya.

Karena kita dapat menuliskan segalanya bersama.

 

Dan sayang, aku kangen kamu.

Kubalut ini dengan doa untukmu yang jauh disana.

Bersyukur pada Tuhan yang selalu menjagamu, menjaga cinta kita.

Untuk semua harapan dan doa kita. Semoga kamu baik-baik disana, sampai kita bertemu kembali.

Selamat beristirahat ya sayang, selamat malam,

I love you 🙂

 

 

hai Oktober!

Hai!

sudah Oktober 2011. saya kira, saya perlu melihat bagaimana saya menggunakan hari-hari saya hingga saat ini.

Ternyata, saya menemukan diri saya belum memperluas pola pikir dan bagaimana saya mengolah waktu saya dalam keseharian.

Saya banyak mengulur waktu dan menunda pekerjaan. saya rasa, saya banyak belajar dalam tahun ini, lewat pekerjaan yang saya jalani, lewat jalinan hubungan yang saya jalani dengan orang-orang terkasih, dengan diri saya sendiri, dan tentunya, dengan Yang Maha Kuasa. saya merasa tertegur dengan timbulnya kesulitan yang ternyata karena kebiasaan buruk saya : menunda-nunda!

Saya belum juga bisa menentukan prioritas saya dalam melakukan segala sesuatunya. saya membiarkan hidup saya berlalu tanpa membuat perencanaan dengan baik. hm. sepertinya tidaklah baik jika hal ini terus saja terjadi.

bisa saja, setelah ini saya memang masih menjalani hal yang sama. (toh seharusnya malam ini saya lebih baik tidur ketimbang menulis jurnal ini; karena besok saya harus masuk kerja). but i guess, this is worth it to write on my path. Dan ya, saya perlu untuk segera mengambil alih hidup saya sendiri dari kesemena-menaan dan nyeleneh nya saya dalam menjalaninya dengan begitu cuek. duh.

so, bagaimana sekarang? banyak hal tertunda yang saya lakukan dengan dalih ingin menunggu saat yang baik untuk melakukannya. tuh, saya sendiri sepertinya tahu solusinya. ya, kasus menunda yang sangat kronis ini saya pikir perlu untuk digerus sedikit demi sedikit; sebelum apa yang justru saya tahu saya inginkan begitu rupa menguap karena tertelan waktu yang terus berjalan.

dan saya bisa.

saya pasti bisa.

ijinkan saya untuk tetap mengucap syukur karena seberapapun saya jauh dariNya, Tuhan tetap memberikan begitu banyak rahmat bagiku untuk memulai segala sesuatu yang baru. untuk bersyukur, bahwa hidup saya tidak sebegitu runyam yang saya pikirkan. saya ikut doa rosario lingkungan mungkin hanya saat rumah saya kebagian waktu sebagai tempat doa para umat. malam ini, saya membuka buku renungan harian Doa Rosario Oktober dan menemukan gambar anak-anak busung lapar; dan mengingat dengan sangat jelas : aku selalu mengeluh hal yang tidak jelas tanpa membuka mata terhadap hal ini.

Saya marah-marah dengan mama saya, kadang cuek dengan papa, tanpa saya sadari bahwa berkat Tuhan terus tersedia ke rumah kami dan betapa aku bersyukur punya keluarga utuh dan penuh berkatNya.

Saya marah-marah terhadap kekasih saya, mengungkapkan kata-kata negatif tentang diri saya sendiri dan terus mempermasalahkan hal kecil. namun dia terus begitu sabar mendampingi saya dan membantu saya mendefinisikan apa yang saya lalui ini. dia berusaha membuktikan, dengan kelemahan dan hatinya, dia begitu mencintai saya, apa adanya.

Saya begitu bersyukur karena Tuhan telah mempertemukan saya dengan kekasih hatiku.

 

Meski punya banyak lemah, saya juga kuat. meski saya lemah, saya terus dikuatkan dan diperbaharui.Terima kasih Tuhan.

 

Baik. selesai sudah tulisan ini untuk malam ini. saya bertekd melakukan satu hal baru yang tak kutunda lagi dalam hidupku.

sampai besok ya.

Selamat malam dunia.

 

 

 

Berteduh dari Keriuhan Sejenak

Tags

, , ,


sampai detik ini, aku begitu mensyukuri hidupku ini ya Tuhan.
Kau berikan ku kesempatan untuk hidup dan dikasihi,
mengasihi dan berbagi.

Tuhan, berikan ku kekuatan untuk menerima hal yang tak bisa kuubah,
untuk mengubah dan belajar menjadi lebih baik bagi hal-hal yang mampu kuubah.

Sebelum semuanya terlambat, ketika Kau ingin mengambil kembali hidupku,
hingga Kau ingin mengambil kembali talenta yang Kau berikan bagiku.

Amin.

03.09.11 – pukul 07.10 pagi.

hei kamu!

hei, aku suka saat melihat kamu makan dengan lahap.

namun yang membuatku cinta,

adalah saat yang seharusnya kamu kaget

saat melihat aku tersedak tiba-tiba,

atau bahkan ilfeel,

kamu malah tetap tenang dan berkata, ‘aku sayang kamu’.

aku suka saat melihat kamu tertawa dan tersenyum.

kamu menatap mataku saat itu.

namun yang paling aku suka adalah, saat kamu menggenggam tanganku,

dan aku tahu, bahwa aku akan selalu aman dalam lindunganmu.

aku suka saat kita bersenandung atau bahkan;

bengong bersama.

aku suka saat melihat kamu begitu senang bisa melihat si beagle yang sayu;

atau saat kamu bercerita kamu tengah menikmati animal planet.

dan yang paling aku cinta dari kamu adalah,

saat kita berdua sama-sama tahu, kita tak perlu jaim 

saat tampil tak rapi di hadapan satu sama lain.

aku suka saat kamu panggil aku ‘sayang’

namun yang paling aku cinta dari kamu adalah,

saat aku tahu, bahwa kasih dan sayang

yang adalah dariNya; itu hadir di antara kita,

dan tanpa kita saling berkata apapun,

rasa itu sungguh hadir dan nyata : )

22 April 2011 : )

masih di ruang tamuku, dan aku merindukan kamu.

Mengenal diriku sendiri.



Aku menemukan artikel ini dari website kesukaanku, Psychology Today. terima kasih karena teman lamaku dari sebuah komunitas penulis telah banyak memberikan link-link dari website ini juga; juga blog nya yang inspiratif.

tulisan di artikel ini membuatku mendorong diriku sendiri, untuk sejenak menekan tombol ‘pause’ dari rutinitas yang aku jalani dari hari ke hari. aku mencoba menyediakan waktu untukku sendiri untuk kembali mengenal diriku sendiri, hal-hal apa yang kurasakan dapat kutingkatkan (i think it’s better to called this is a blessing so we can continue shaping our life with uniqueness, make a better life to share, and helping people with this things) so, aku mencoba membagikannya untuk kamu disini.

Mistakes Introverts Make

We are all so very wonderful and yet–I’m sorry, but it must be said–we are not perfect. This blog has focused mostly on staking out turf in our culture for introverts, but now it’s time to consider some things related to our introversion that might be interfering with our relationships and accomplishments. Many or most of us have probably made some of these mistakes at one time or another. I certainly have.

Isolating: Sure, some people need more social interaction than others, but we all need some. Too much isolation is not healthy. I know it’s time to leave the house when I start feeling gloomy in my solitude, or like I’m getting weird. Weird is subjective, but when going to the supermarket feels like a major excursion, when I start worrying that I may have lost the ability to converse, when I get furious at  -strangers in my online social networks, I know it’s time to for face time. I call a friend, do lunch, attend a party…anything to get my social gears cranking again. It needn’t be anything deep and meaningful. Just a little something to reconnect me.