Pepes Ikan dan Pembelajaran kami di Sekolah

Saya mengalami yang namanya… Kegalauan mau masak apa dalam sehari- hari,

Yang saya pikir solusinya adalah membuat perencanaan yang cukup matang namun sederhana untuk membuat menu dalam seminggu.

Tapi di dalam menjalaninya, saya punya kelemahan dalam mengeksekusi secara runut, teratur, untuk memasak sehari- hari dengan sukses. I thought that this is one sign that relates to ADHD syndrome. Saya perlu mencari tahu lebih banyak lagi soal ini.

So, hari ini saya pikir saya mencoba merecord perasaan saya. Saya menamakan ini sebagai ‘perasaan bingung dan lelah dalam memasak yang kreatif dan efektif’.

Tapi hari ini saya mencoba melawan kebingungan saya dengan mengeksekusi masak pepes ikan, resep baru yang selama ini belum pernah saya lakukan seumur hidup hehe. Perasaan bangga hadir di hati sejak saya mengambil daun pisang di ksbun dekat tetangga. Haha funny isn’t it? Belum pernah karena sejak kecil saya belum pernah diajari masak oleh mama saya. Oleh karena itulah saya merasa anak saya harus suka memasak dari hatinya sejak dini. Karena dalam memasak dia pun belajar menggunakan inderanya, mengeksekusi dengan berani bahan-bahan masakan yang ada… Dan punya tujuan akhir : menghasilkan masakan yang enak dan sehat tentunya!

Jadi saya pikir, saya belajar membuat perbedaan juga bagi diri saya dan dirinya.

Anyway, 3 minggu sudah Joslynn dan kami orang tuanya memiliki ritme baru, bersekolah. Saya pikir yang belajar ya orang tuanya juga, karena akhirnya juga melihat pengalaman orang tua dan anak-anak lain, menjalin relasi dan ngobrol sama orang tua lain. Saya pribadi bersyukur buat pengalaman ini, karena kalau saya bersikeras mau me’nahan’ anak untuk smpai tahun depan untuk Bersekolah langsung di TK saja.. Ya.. Saya me’nunda’ juga pengalaman ini untuk tahun depan mungkin.

Bagi Joslynn, saya berharap ini juga mengawali pembelajarannya akan kedisiplinan bersama ‘orang lain’ bukan melulu dia tahu hanya Ibu Bapaknya saja di rumah, tapi dia sekarang kenal sosok Ibu Guru, dan teman-temannya sepantar. Saya pikir, ini juga modal yang baik nanti untuk masuk ke dunia belajar lebih serius, asal saya dan papanya juga serius konsisten menerapkan yang sama dengan yang di sekolah sudah terapkan.

Dari beberapa hari di awal, Joslynn masih menangis takut ditinggal, sampai sekarang sudah melambaikan tangan pada orang tuanya sambil senyum– dari dorongan kami untuknya bisa mandiri dan melepaskan pampers sampai sekarang– buat kami proses sekolah ini proses belajar buat kami bersama.

semoga hal ini bisa berlangsung terus sampai ia belajar ketingkat yang lebih tinggi.

Semoga kami sebagai orang tuanya boleh senantiasa diberikan jalan dan kebahagiaan untuk mendampinginya belajar.

Semoga anak kami boleh senantiasa bahagia untuk mempelajari banyak hal baru dalam hidup.

Amin.

Advertisements

Di Sela Kesibukkanku.

Beberapa hari ini aku kangen mama papaku.

Mamaku kemarin sempat menelfon, aku semakin kangen rasanya.

sekian lama aku bertahan menjadi anak yang keras kepala dan keras hati.

rasanya luluh dinding ini oleh kangen yang merasuk di hati.

di sela kesibukkanku, aku berdoa untuk mama papaku disana.

Semoga mereka selalu baik-baik, diberi kesehatan dan kedamaian dari Tuhan.

Ma, Pa, sampai ketemu akhir minggu ini.

peluk cium,

anakmu.

Berteduh dari Keriuhan Sejenak


sampai detik ini, aku begitu mensyukuri hidupku ini ya Tuhan.
Kau berikan ku kesempatan untuk hidup dan dikasihi,
mengasihi dan berbagi.

Tuhan, berikan ku kekuatan untuk menerima hal yang tak bisa kuubah,
untuk mengubah dan belajar menjadi lebih baik bagi hal-hal yang mampu kuubah.

Sebelum semuanya terlambat, ketika Kau ingin mengambil kembali hidupku,
hingga Kau ingin mengambil kembali talenta yang Kau berikan bagiku.

Amin.

03.09.11 – pukul 07.10 pagi.